banner 728x250

PKB Kabupaten Malang Buka Ruang Aspirasi untuk Masyarakat

banner 120x600

Dewan Perwakila Rakyat Daerah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (DPRD F-PKB) Kabupaten Malang membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun masukan terkait berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PKB dalam mendengarkan suara rakyat serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat daerah maupun nasional.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang menyampaikan bahwa partainya ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi jembatan penyampaian aspirasi warga. Mulai dari persoalan pendidikan, infrastruktur, pelayanan publik, pertanian, UMKM, hingga kesejahteraan sosial akan menjadi perhatian bersama.

“PKB Kabupaten Malang siap menerima seluruh aspirasi masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga agar dapat diperjuangkan melalui jalur politik maupun kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh Mashudi, warga Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Ia berharap adanya perhatian terhadap pembangunan dan perbaikan jalan yang dinilai masih perlu ditingkatkan demi menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap pembangunan jalan di wilayah Pagelaran dapat menjadi perhatian pemerintah karena akses jalan yang baik sangat membantu aktivitas warga dan perekonomian masyarakat,” kata Mashudi.

PKB menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan sesuai kebutuhan serta skala prioritas pembangunan daerah. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan kebijakan yang tepat sasaran dan berpihak kepada rakyat.

DPC PKB Kabupaten Malang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, saran, maupun keluhan agar dapat datang langsung ke kantor DPC PKB Kabupaten Malang setiap hari Jum’at. Kegiatan ini dibuka sebagai bentuk pelayanan dan komunikasi langsung antara partai dengan masyarakat agar setiap suara warga dapat didengar dan diperjuangkan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *