39 Tahun Arema, Semangat Merangkul Semua
Oleh: Ir. H. Kholiq, M.AP.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang
Tanggal 11 Agustus selalu menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Malang Raya. Tahun ini, Arema memasuki usia ke-39. Sebuah perjalanan panjang yang menjadikan Arema bukan sekadar klub sepak bola, tetapi telah tumbuh menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus bagian dari kehidupan sosial masyarakat Malang Raya.
Arema memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyatukan banyak kalangan. Di balik semangat Salam Satu Jiwa, kita melihat anak muda, santri, pekerja, petani, mahasiswa, pelaku usaha hingga berbagai komunitas dapat berdiri dalam kebanggaan yang sama.
Ada pelajaran penting dari Arema: kekuatan besar selalu lahir dari kebersamaan.
Semangat inilah yang juga ingin terus dibangun oleh PKB Kabupaten Malang. Sebagai partai yang memiliki akar sejarah dan tradisi yang kuat, PKB tidak boleh berhenti hanya pada kelompok dan basis tertentu. Akar yang kuat justru harus membuat pohonnya semakin besar, rindang, dan mampu menaungi lebih banyak kalangan.
PKB harus menjadi rumah politik yang terbuka untuk semua.
Santri dan masyarakat desa tetap menjadi bagian penting dari perjuangan. Petani, nelayan, guru, perempuan, pelaku UMKM dan pekerja harus terus diperjuangkan. Namun pada saat yang sama, PKB juga harus semakin dekat dengan Gen Z, komunitas kreatif, pecinta olahraga dan Aremania.
Khususnya generasi muda, mereka tidak cukup hanya ditempatkan sebagai penonton politik. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berbicara, menyampaikan gagasan, berkreasi, bahkan ikut menentukan arah masa depan Kabupaten Malang.
Demikian pula Aremania. Kita tidak boleh melihat Aremania hanya sebagai kelompok suporter sepak bola. Di dalamnya terdapat energi sosial yang besar: loyalitas, solidaritas, kreativitas, keberanian dan rasa memiliki terhadap Malang. Energi tersebut harus dirangkul dan diarahkan menjadi kekuatan positif bagi pembangunan daerah.
Bagi PKB Kabupaten Malang, merangkul Gen Z dan Aremania bukan semata-mata kepentingan elektoral. Politik harus hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Mendengar aspirasi anak muda, mendukung olahraga dan ekonomi kreatif, memberikan ruang kepada komunitas, serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi baru untuk mengambil peran.
Karena itu, PKB Kabupaten Malang ke depan harus terus bertransformasi menjadi partai modern tanpa kehilangan akar dan jati dirinya.
Yang tradisional tetap kita rawat, yang modern berani kita rangkul.
Momentum HUT Arema ke-39 juga harus menjadi pengingat bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berjalan bersama. Kita boleh berbeda pilihan, organisasi, profesi maupun generasi, tetapi kita memiliki satu rumah yang sama: Malang Raya.
Semangat Salam Satu Jiwa adalah semangat persaudaraan. Dan politik yang baik semestinya juga mampu menghadirkan semangat yang sama: merangkul, bukan menjauhkan; menyatukan, bukan membeda-bedakan.
PKB boleh memiliki akar yang kuat, tetapi cabangnya harus mampu menjangkau semua kalangan.
Selamat ulang tahun ke-39 Arema. Semoga semakin berprestasi, semakin membanggakan, dan terus menjadi energi pemersatu masyarakat Malang Raya.
Arema untuk semua.
Malang milik kita bersama.
Salam Satu Jiwa!















