MALANG – Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Malang menghadirkan sebuah momentum istimewa. Sejumlah tokoh yang pernah memimpin DPC PKB Kabupaten Malang dari masa ke masa hadir dan berdiri bersama dalam satu forum, menampilkan potret kesinambungan kepemimpinan dan perjalanan panjang PKB di Bumi Arema.
Momen tersebut semakin lengkap dengan kehadiran Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Abdul Halim. Dalam satu frame bersamanya tampak H. M. Sanusi, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang masa bakti 2001–2006 dan 2006–2011 yang kini menjabat Bupati Malang; H. Abdurrahman, Ketua DPC masa bakti 2011–2016; H. Ali Ahmad, Ketua DPC masa bakti 2016–2021; serta Ir. H. Kholiq, Ketua DPC masa bakti 2021–2026 yang kembali dipercaya memimpin pada periode 2026–2031.
Kebersamaan tersebut bukan sekadar menjadi momentum untuk diabadikan dalam sebuah foto. Lebih dari itu, pertemuan para ketua lintas periode menggambarkan perjalanan panjang PKB Kabupaten Malang yang terus tersambung dari generasi ke generasi.
Berbeda masa kepemimpinan, berbeda tantangan, tetapi tetap berada dalam satu garis perjuangan dan satu rumah besar: Partai Kebangkitan Bangsa.
Harlah ke-28 PKB pun menjadi ruang untuk mempertemukan sejarah, pengalaman, dan harapan masa depan. Para ketua terdahulu telah memberikan warna dan kontribusi pada zamannya masing-masing, sementara kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet tersebut sesuai tantangan zaman.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ir. H. Kholiq menilai kebersamaan para pendahulu merupakan energi penting bagi kepengurusan DPC PKB Kabupaten Malang masa bakti 2026–2031.
“PKB Kabupaten Malang hari ini tentu tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pendahulu. Setiap periode kepemimpinan telah memberikan kontribusi dan meletakkan fondasi bagi perjalanan partai. Tugas kami hari ini adalah menjaga yang sudah baik, melakukan pembaruan, serta membawa PKB semakin kuat dan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkap Kholiq.
Menurutnya, menghormati sejarah bukan berarti berhenti pada romantisme masa lalu. Pengalaman para senior justru harus menjadi pijakan bagi lahirnya inovasi dan langkah-langkah baru untuk menjawab perubahan zaman.
Kehadiran Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Abdul Halim di tengah para ketua DPC lintas periode turut memberikan makna tersendiri. Kebersamaan tersebut memperlihatkan pentingnya soliditas, kesinambungan, serta komunikasi antargenerasi dalam membesarkan partai.
Momentum Harlah ke-28 ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan DPC PKB Kabupaten Malang di bawah kepengurusan periode 2026–2031. Dengan pengalaman para senior sebagai pijakan dan semangat generasi baru sebagai kekuatan, PKB Kabupaten Malang bertekad memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah serta semakin membuka ruang bagi generasi muda.
Dari Sanusi, Abdurrahman, Ali Ahmad hingga Kholiq, estafet kepemimpinan itu terus tersambung. Masa boleh berganti, kepemimpinan boleh berganti, tetapi perjuangan tidak pernah berhenti.
Dari forum Harlah ke-28 PKB inilah, sejarah dan masa depan seakan bertemu dalam satu frame: merawat warisan perjuangan, memperkuat kebersamaan, dan menyatukan langkah menuju kemenangan PKB Kabupaten Malang pada Pemilu 2029.





